Selasa, 15 Juni 2010

2. Ayo Menjadi Wiraswasta atau Menjadi Pengusaha

Wah sama saja dong... wiraswasta itu ya pengusaha, pengusaha itu ya wiraswasta, lo apa bedanya? Aya-aya wae... Kalau kita pernah baca bukunya Robert T. Kiyosaki tentang Empat Kwadrant-nya ternyata ada lho bedanya. Mangkanye Boss kudu ngati-ati waktu ngisi formulir status pekerjaan di KTP atau semacemnye. Ah lo sok ngarti...aua....



Wiraswasta itu orang yang menjalankan usaha sendiri dan hampir 100% masih terlibat didalam pengoperasiannya. So boleh dibilang dosqi adalah self employee bagi usahanya sendiri. Asiik khan? jabatan bisa rangkap... ya juragan, ya direktur, ya karyawan... gimana sih...! Perlu contoh ne? OK, gampangnya: tukang gorengan, tukang ojek. Kok tukang melulu? Jangan esmosi dulu Boss, ogut masih punya contoh nyang laen: misal dosqi punya konter HP atau komputer tetapi semuanya dosqi sendiri yang menjalankan dibantu karyawan yang ganteng-ganteng and karyawati yang cuantik-cuantik, ya dosqi belum berstatus pengusaha la yaw.




Nah kalo gitu bedanya dengan pengusaha itu apa dung?




Seseorang boleh dikatain Pengusaha, bila dalam menjalankan usaha sendirinya dosqi hampir tidak terlibat sama sekali dalam pengoperasiannya. Lho kok bisa? Oh sangat-sangat bisa Boss. Usahanya bisa tetap beroperasi tanpa dosqi banyak terlibat, karena dosqi sudah memakai system. Makanan apaan entuh tong? Gampangnya Boss, system itu ya semacam karedok, yah... ogut jadi ikutan latah ne. System itu semacam aliran dan urutan kerja yang saling berkaitan. Jadi tiap-tiap pekerjaan ada orang yang menangani dan bertanggung jawab. Contoh sederhana: misal Dosqi punya bengkel cucian motor yang sudah memakai system, maka ada orang-orang yang sudah dosqi angkat dan diberi wewenang, paling tidak ada yang sebagai kepala bengkel, sebagai cashier/ administratur dll. So bila memang system-nya bisa berjalan 100% Boss hanya punya jabatan tunggal: Majikan/ Juragan/ Boss/ Babeh/ Abah/ Mami/ Papi dll. Ibarat Boss punya pohon mangga, tinggal tunggu buahnya saja. Keenakkan gue dong? Bisa dibilang enak ya uenaaak tenan... dibilang tidak enak ya emang sudah suratan nasib kok, karena masih ada tugas berikutnya, tepatnya tanggung jawab untuk selalu tetap memikirkan masa depan para karyawan plus masa depan usaha mau dikembangkan kemana... gituh... apa pohon mangganya dibanyakkin atawa nanem pohon nyang laennya, bisa durian, manggis, kedongdong dll. Sok saresepna wae, apa saja yang menguntungkan. Makin puyeng ne...



Singkat kate, wiraswasta itu belum tentu pengusaha tetapi pengusaha sudah pasti wiraswasta.




OK Boss sudah ngarti khan apa itu wiraswasta and apa itu pengusaha? Sok atuh waktu ngisi formulir KTP atau nyang semacemnye bisa pas bandrol. Ini menyangkut persepsi lho. Persepsi itu artinya anggapan orang lain gituh.






Eng ing eng... bocoran berikutnya: "Mengapa Saya Menjadi Wiraswasta/ Pengusaha".

Senin, 14 Juni 2010

1. Alasan Tulisan ini Sengaja Dibuat

Pernakah kita mendengar ungkapan, bahwa: "Uang Bukanlah Segalanya, tetapi Segalanya Memerlukan Uang?". Ya UUD gituuu...Ujung-Ujungnya Duit (juga). Termasuk saat saya menuangkan blog ini, ada ongkos yang harus dikeluarkan meskipun tidak seberapa. he..he...
Terkait benda sakti ini (uang), Sahabat saya memiliki ungkapan extreme: "Sesungguhnya Uanglah yang membuat bumi ini terus berputar". Mungkin maknanya: "semua aktivitas manusia di bumi ini hampir mustahil tanpa melibatkan uang".
Dari tadi yang dibicarakan kok uang, uang, uang melulu... uuu..dasar penulisnya mata duitan kale...? Emberrr... OK Boss, lanjutkan.
Saat ini saya sudah memiliki usaha sendiri dan sudah berjalan dengan baik (meskipun masih jauh dari mimpi besar yang ingin saya wujudkan). Awalnya agar tulisan saya lebih meyakinkan dan memiliki integrity tinggi bagi pembaca, saya berniat menuangkan kumpulan tulisan ini pada saat yang tepat, menunggu sampai usaha-usaha yang saya jalankan saya anggap telah sukses dan membesar, sebesar-besarnya. Maklum Boss sekarang kan lagi jamannya "Memberi Bukti Bukan Janji". ih seyeeem... Sehingga sampai akhirnya saya berpikir ulang, mengapa tidak saya mulai tuangkan sekarang saja, karena batas umur manusia meneketehe....siapa yang tahu? OK Boss, lebih cepat lebih baik.
Siapa tahu, jelek-jelek tulisan ini bisa bermanfaat bagi calon-calon usahawan-usahawati super hebat Indonesia. Bangkit dan Jayalah Indonesia-ku! Merdeka!
Ok Boss, sampai ketemu di ronde berikut guoo....ng..uong...uong...uong. Ne tak kasih bocoran nya. "2. Ayo Pilih Menjadi Wiraswasta atau Menjadi Pengusaha".